pemain cadangan
dalam sebuah acara di televisi, Pak Amien rais menyebut dirinya seperti seorang pemain cadangan yang rajin berlatih.. jadi ketika manajer menunjuknya untuk bermain
dia siap.. dan akan bermain dengan baik.
sahaya bukan lagi pendukung pak amien, bukan pula pendukung partainya, bahkan sahaya pun ngga tau pasti apakah pak amien ngerti tentang sepakbola..
tapi ada satu hal yang sahaya catat.. bahwa itu adalah sebuah jawaban yang cerdas.. dan sahaya sedang mengalaminya
Tangan Gaib yang tak terlihat tengah..atau telah membawa sahaya pada sebuah kondisi yang mirip..seperti halnya sebuah pertandingan sepakbola yang sedang bermain..
sahaya adalah seorang pemain cadangan.. entah posisinya apa sahaya juga tidak tahu..jadi idaman bagi setiap pemain untuk selalu di mainkan oleh pelatih.. dan bermian maksimal
pertandingan tengah berlangsung seru..dan pemain utama tengah mengalami masalah.. bisa karena cidera. atau kartu kuning yang di terimanya..dan seperti lazimnya sebuah pertandinga
posisi pemain cadangan untuk setiap pertandingan pasti ada beberapa..tidak menjadi soal bahwa pemain depan pun bisa di gantikan oleh pemain cadangan dgn posisi bertahan.. yang penting jumlahnya 11 orang.
apakah sang pemain utama itu bisa memainkan pertandingannya sampai akhir waktu.. itu akan di lihat dari performanya.. jika cideranya tidak parah..atau jika dia bisa membuat dirinya kembali menjadi pemain penting
meskipun telah mengantongi kartu kuning..maka bolehlah sang manajer tetap menggunakan jasanya..dan pemain cadangan.. tetaplah pemain cadangan..menunggu sampai akhir pertandingan.. atau memutuskan untuk memilih klub lain
yang bisa menjadikannya pemain reguler..
sahayalah pemain cadangan itu saat ini.. tekun mengawasi jalannya pertandingan..sambil terus melakukan pemanasan.. berlatih dengan baik.. sehingga ketika sang tangan gaib manajer pertandingan hidup ini memutuskan
bahwa sahaya harus turun ke lapangan.. dengan semua resikonya..menjadi pemain yang blunder karena membiarkan lawan mencetak gol.. di tabrak oleh bek lawan sampai kesakitan.. atau justru menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan
itu adalah urusan nanti..tentu menjadi keinginan sahaya sebagai pemain untuk bermain.. tapi menjadi hak sang manajer untuk menentukan.. siapa yang layak dia mainkan ![]()
kembali teringat kata kata mutiara lama
hidup adalah seperti bendera perang.. ada kalanya kumal dan kusam.. ada kalanya terang membawa aroma kemenangan.. namun apapun bentuknya.. dia harus di panggul.. di tegakkan.. dan di kibarkan
salam