Archive for January, 2009


Lubang paku

dari beberapa sumber, sebuah cerita yang menggugah hati.. terutama untuk para pemarah seperti sahaya..

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah…

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana bisa meminta maaf pada orang-orang yang telah dimarahinya.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.” Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … dan luka karena kata-kata kadang lebih buruk dibandingkan dengan luka fisik …”

pemain cadangan

dalam sebuah acara di televisi, Pak Amien rais menyebut dirinya seperti seorang pemain cadangan yang rajin berlatih.. jadi ketika manajer menunjuknya untuk bermain
dia siap.. dan akan bermain dengan baik.
sahaya bukan lagi pendukung pak amien, bukan pula pendukung partainya, bahkan sahaya pun ngga tau pasti apakah pak amien ngerti tentang sepakbola..
tapi ada satu hal yang sahaya catat.. bahwa itu adalah sebuah jawaban yang cerdas.. dan sahaya sedang mengalaminya :) Tangan Gaib yang tak terlihat tengah..atau telah membawa sahaya pada sebuah kondisi yang mirip..seperti halnya sebuah pertandingan sepakbola yang sedang bermain..
sahaya adalah seorang pemain cadangan.. entah posisinya apa sahaya juga tidak tahu..jadi idaman bagi setiap pemain untuk selalu di mainkan oleh pelatih.. dan bermian maksimal

pertandingan tengah berlangsung seru..dan pemain utama tengah mengalami masalah.. bisa karena cidera. atau kartu kuning yang di terimanya..dan seperti lazimnya sebuah pertandinga
posisi pemain cadangan untuk setiap pertandingan pasti ada beberapa..tidak menjadi soal bahwa pemain depan pun bisa di gantikan oleh pemain cadangan dgn posisi bertahan.. yang penting jumlahnya 11 orang.
apakah sang pemain utama itu bisa memainkan pertandingannya sampai akhir waktu.. itu akan di lihat dari performanya.. jika cideranya tidak parah..atau jika dia bisa membuat dirinya kembali menjadi pemain penting
meskipun telah mengantongi kartu kuning..maka bolehlah sang manajer tetap menggunakan jasanya..dan pemain cadangan.. tetaplah pemain cadangan..menunggu sampai akhir pertandingan.. atau memutuskan untuk memilih klub lain
yang bisa menjadikannya pemain reguler..

sahayalah pemain cadangan itu saat ini.. tekun mengawasi jalannya pertandingan..sambil terus melakukan pemanasan.. berlatih dengan baik.. sehingga ketika sang tangan gaib manajer pertandingan hidup ini memutuskan
bahwa sahaya harus turun ke lapangan.. dengan semua resikonya..menjadi pemain yang blunder karena membiarkan lawan mencetak gol.. di tabrak oleh bek lawan sampai kesakitan.. atau justru menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan
itu adalah urusan nanti..tentu menjadi keinginan sahaya sebagai pemain untuk bermain.. tapi menjadi hak sang manajer untuk menentukan.. siapa yang layak dia mainkan :)
kembali teringat kata kata mutiara lama

hidup adalah seperti bendera perang.. ada kalanya kumal dan kusam.. ada kalanya terang membawa aroma kemenangan.. namun apapun bentuknya.. dia harus di panggul.. di tegakkan.. dan di kibarkan
salam

mozaik senyuman

karena seseorang telah membaca tulisan tulisan di blog sahaya. maka sahaya pun tergoda untuk kembali membacanya..
tulisan tulisan lama.. sejak sahaya masih tinggal di solo..rekaman aneka peristiwa.. yang mungkin tidak lagi jujur dan utuh terekam seperti layaknya arsip,
selalu ada polesan, atau pengurangan, agar telihat lebih indah dan tertata..
namun setidaknya.. selalu ada kejujuran dalam tulisan itu..mungkin tidak banyak.. tetapi ada…

dan itu yang menjadi pembangkit kenangan.. bahwa pernah terjadi hal hal yang mungkin sekarang sudah di lupakan..hal hal kecil.. tapi menorehkan pemahaman.. atau pengalaman indah
itulah fragmen kehidupan.. sebagian hijau berseri.. sebagian centang perenang.. tapi ketika itu terbingkai dalam mozaik senyuman.. maka yang terucap adalah syukur..
bahwa Tuhan telah memberi cahayaNya.. yang terkadang saya tutupi dengan ego sahaya.. Tuhan telah mengangkat kesadaran sahaya.. biarpun karena dorongan aneka nafsu..
sahaya masih suka bermain main dengan lumpurNya jua :)
segala sesuatu adalah kepunyaanNya.. baik.. buruk.. gelap.. cahaya.. mana yang mau di jadikan teman..itu adalah  pilihan

Salam Cinta

AAB