Archive for May, 2008


pesona fajar

Bangun di sepertiga malam yang terakhir.. berkontemplasi.. merenung.. berbahasa dengan Dzat yang menguasai hati dan diri..

sunyinya penghujung malam.. membawa jiwa kepada ketenangannya.. hati tergetar..merindukan sang Mahacinta tanpa rekayasa..

jarang sekali sahaya.. dan mungkin juga para insan lainnya.. terjaga dari lelap tidurnya .. mengakhiri malam dan menjelang sang fajar dengan mata terbuka..selama ini bagi sahaya.. lebih banyak ketika terjaga di waktu waktu itu.. lebih karena panggilan syahwati dunia semata.. bukan karena panggilan cinta yang memanggil cintaNya..

Syahdu.. sendu.. hening.. bening.. mungkin karena itulah banyak lagu indah tercipta waktu malam..waktu yang di muliakan banyak manusia yang khusyu berjalan kepadaNya..

dan sebentar lagi terang menjelang.. sang fajar mulai menunjukkan kekuasaannya..hal ini terjadi setiap hari.. terbebaskan kepada kita.. untuk mengambil atau mengabaikan.. kesempatan untuk menikmatinya..

pamulang,mei 2008

siapa menghibur siapa

pulang kerja…terdengar suara berisik dari televisi.. seorang presenter kondang dan konco konconnya sedang berteriak teriak..acara tv norak berjam jam..acara tv sakti.. kritik menggonggong acara berlalu..guyon guyon yang kadang kasar dan di paksakan.. mengeksplorasi bahan yang dangkal dan pas pasan.. kadang terpikir.. sebenernya mereka menghibur orang lain atau menghibur dirinya sendiri..
jadi sebenernya televisi itu media untuk apa dan siapa ya :)

pencerahan

dalam sebuah kesempatan.. PYM Guru Haris Suhyar menerangkan tentang
pencerahan, pencerahan itu antara lain, pencerahan luar ( fisik ),
pencerahan bathin , serta pencerahan luar dan dalam.

ketika orang
memanjakan dirinya di salon, merawat kulit, wajah dan rambutnya
misalnya. maka yang terjadi adalah pencerahan luar.akan terjadi
peningkatan kecerahan jasad.kecantikan , ketampanan, serta aneka kesan
yang langsung di tangkap panca indera.

ketika orang melakukan
berbagai olah spiritual, dan mendapatkan Nur dari Illahi. hatinya
menjadi bersih dan terang.. serta tenang.. maka pencerahan bathin telah
di dapatkan.. hal hal yang tadinya di lihat atau di rasakan gelap..
menjadi jauh lebih indah dan terang benderang.

pencerahan luar
tidak selalu di imbangi oleh pencerahan di dalam.tapi pencerahan di
dalam pasti memberikan dampak bagi jasad,bagi yang telah mencapai
pencerahan paripurna, kulit , wajah, serta hal hal yang nampak secara
ragawi akan jauh lebih indah. mata akan jauh lebih sejuk terlihat,
kulit akan lebih bersih dan terang.ini yang dulu saya dengar ketika
pertama kali ikut inisiasi reiki, bahwa reiki bisa memberikan efek pada
cerahnya kulit .proses itu tidak serta merta terjadi. dan pencerahan
terjadi bukan karena reiki nya, tapi karena telah cerahnya jiwa yang
ada di dalam jasad.

setidaknya, pencerahan di dalam di dahulukan, kalau punya cukup uang. di tambah dengan pencerahan luar dari salon, hehe

 

 

 

 

untuk yang teraniaya

Bukankah setiap insan
berhak tuk berlaku
menuruti kata di hatinya
dan jiwa merdeka

( bentuk protes terhadap kesewenang wenangan yang di alami oleh jammaah ahmadiyah indonesia )

Guru Bangsa (t )

Cak Nur telah tiada.. Amien Rais sudah kembali ke bulaksumur.. Gus Dur sibuk dengan perselisihan di partainya.. habibie telah jauh di jerman sana.. para tokoh lain sibuk dengan urusan urusannya masing masing.. satu persatu para figur yang di harap menjadi Guru Bangsa telah jauh dari kualifikasi tersebut, namun tak mengapa.. bangsa indonesia telah menemukan Guru bangsa yang baru.. Guru Bangsa itu mudah di jumpai kapanpun.. di manapun.. dengan mudah dan murah.. tak terkendala oleh jarak dan waktu.
Guru Bangsa itu bernama televisi..
Televisi lah yang mengajar anak anak bangsa ini untuk mengatur cara berpakaian.. cara berdandan.. cara bersopan..cara bertikai dengan saudaranya demi warisan.. cara menyingkirkan lawan dalam persaingan mendapatkan pasangan,cara menelanjangi nasib orang.. televisi pulalah yang mengajar mistik dan aneka kebohongan.. kriminal dan aneka kekerasan.. tindak cabul dan amoral.. serta banyak hal lain..
banyak kebiasaan yang kurang baik yang di benarkan.. bukan kebenaran yang di biasakan..televisi mengambil peran yang sangat besar.. ketika membawa para remaja dan orang tuanya berbondong bondong mengejar profesi keartisan.. glamouritas dan gaya hidup serba instan..televisi juga berperan dalam mendidik generasi goblok yang tidak dalam dalam menganalisa persoalan.. hanya hura hura dan cengengesan..
tidak semua produk dan program televisi buruk.. ada sisi baiknya.. namun itu hanya minoritas adanya.. dan itupun tak laku di mata pemirsa..
Selamat datang Guru Bangsa ( yang tidak mendidik ).. selamat berkarya..

curhat

Curhat.. inilah kata yang beberapa hari ini sering saya dengar..jujur.. saya sudah lupa kalau kata kata itu ada..seperti saya lupa kalau ada stasiun televisi yang bernama SCTV.. atau rokok dengan merk bentoel.. jujur juga.. saya tidak pernah menonton acara di stasiun itu.. atau melihat rokok tersebut di toko toko sekitar saya tinggal.. namanya juga orang lupa.. dimana salahnya.
kembali ke soal curhat… saya dulunya suka curhat.. ada beberapa teman yang selalu menjadi tempat curhat.. dari hal yang kecil hingga yang besar.. dari hal yang rumit sampai hal yang tidak sulit.. saya curhatkan.. seolah hati menjadi lebih plong setelah menyampaikan satu hal.. di dengar orang lain.. dan di berikan saran2.. atau hanya sekedar di dengarkan..
tapi itu sudah lama berlalu.. sejak mulai suka menulis di blog.. dan menjalani berbagai laku bathin.. saya merasa lebih suka berbicara dengan diri sendiri.. memohon jawaban dari DIRI..menyandarkan pada yang SEJATI..sehingga lebih jarang saya melakukan penyandaran kepada orang lain.. ngobrol dengan orang lain pun sifatnya lebih kepada berbagi.. sehingga semoga lebih banyak manfaat yang muncul.. bukan lagi keluh kesah semata..
mungki itulah manfaat yang tak terlihat.. kadang tak terasa.. tanpa di sadari.. saya merasa jiwa saya jauh lebih damai dan tenang di bandingkan pada waktu saya suka curhat..
tentu bukan curhat dan tidak curhatnya itu yang jadi pembedanya.. tempaan dalam perjalanan.. dan lebih tercerahkannya Jiwa oleh Kasih Illahi lah penyebabnya..
jadi kapan terakhir kali anda curhat ? .. hehe

kesadaran berkelanjutan

dulu saya mendengar..tentang perlunya budaya membaca.. maka saya suka membaca.. apa saja saya baca..  bahkan sobekan koran pembungkus nasi pun saya baca.. dan saya merasa mendapat banyak manfaat dan informasi dari bacaan bacaan itu.
saya mendapatkan kesadaran untuk membaca.
lalu saya mendengar.. bahwa menulis juga memiliki banyak manfaat,memudahkan untuk mengingat, berbagi informasi,menuangkan pendapat, bahkan untuk skala yang lebih luas,memberikan bukti dan informasi kesejarahan kepada generasi mendatang.
saya mendapatkan kesadaran untuk menulis
kemudian saya mulai mengalokasikan uang untuk membeli buku,koran, majalah, atau membayar koneksi internet untuk mendapatkan bahan bacaan, yang membuat wawasan saya bertambah, kemampuan saya bertambah , dan asset saya bertambah.
saya mendapatkan kesadaran untuk berinvestasi, atau berpikir bahwa untuk mendapatkan pengetahuan, saya perlu mengeluarkan uang untuk membayarnya, saya masih berpikir untuk keperluan saya semata.
dan saat ini.saya mulai berpikir. bahwa para penulis, para penerbit, juga membutuhkan uang untuk kelangsungan kehidupan mereka,saya bisa mendapatkan tulisan melalui media gratis, misalnya meminjam, atau membaca e book yang bisa saya download dari banyak situs.tapi saya mulai mengusahakan untuk membeli buku itu, biarpun itu tidak untuk saya baca sendiri.
saya mendapatkan kesadaran.. bahwa kita sebagai pembaca.. perlu memikirkan nasib para penulis dan penerbitnya,belilah buku, untuk kemaslahatan bersama, belilah buku untuk pandai. dan juga agar penulis dan penerbitnya tetap bisa bekerja. sehingga terjadi keberlanjutan karya, dan semakin banyak orang yang makmur dan tercerahkan.
salam