audisi menjadi idola ? menyedihkan
audisi.. menjadi idola..aha..sebenernya itu udah lama jadi hal yang mengusik sahaya..menyebalkan lebih tepatnya.. namun baru sekarang sempat menuliskannya.
saat ini berlomba lomba orang mengikuti berbagai audisi yang di gelar berbagai media.menjadi top.. menjadi idola.. menjadi perhatian media.. menjadi warga negara kelas satu.. mendapatkan popularitas seketika.. seolah telah menjadi cita cita bagi segenap lapisan masyarakat..
tak peduli berbakat atau tidak.. tak peduli pantas atau tidak.. orang mengabaikan itu semua..tak peduli bahwa lebih banyak bidang yang bisa di tempuh untuk berkarya lebih baik.. semua itu di abaiakan jauh jauh.. popularitas adalah segalanya..
hal ini semakin menambah sakitnya bangsa ini..betapa para manusianya sibuk mengejar dunia..berlenggak lenggok.. bertepuk tepuk.. tanpa alasan yang jelas… hanya untuk popularitas..tak sadar bahwa mereka hanya menjadi bagian dari permainan keuntungan media.. dan lupa membangun satu hal yang sangat esensial dalam kehidupannya.. yakni JIWAnya..
menurut sahaya.. upaya menjadi idola dengan cara cara instan seperti ini tidak akan pernah berhasil… jika pun ada.. popularitasnya hanyalah sementara..seiring waktu berjalan.. akan lepas tanpa bekas..para bintang adalah orang orang yang mampu membangun identitasnya..bernyanyi.. atau berakting dengan cara khasnya.. dan kerja kerasnya.. bukan menjadi orang lain di panggung .. yang menurut dan mengikut penilaian dari orang orang lain..
memangnya siapa yang berani menilai dan mengarahkan gaya bernyanyinya seorang kurt cobain.. fadli padi.. drive.. atau yang mungkin belakangan menuai banyak kontroversi.. kangen band..mereka tidak berlenggak lenggok di atas panggung audisi.. tidak perlu di nilai para juri..tidak perlu masukan dari para ahli..tidak pula ada yang berani mengusik seorang Master Ahmad Dhani karena nada suaranya yang tidak tinggi.. tidak ada ..mereka menjadi dirinya sendiri.. tidak perlu di atur dan di bandingkan dengan siapa siapa..dan tidak perlu di nilai oleh siapapun.. tapi kerja keras dan kualitas.. serta kemauan mereka untuk mencitrakan dirinya sendiri lah yang telah membuat mereka di kenal.. dan ada monumen yang mereka bangun.. yakni karya dan album album mereka sendiri..
para idol dadakan itu juga membuat album.. tapi kenapa tidak laku.. karena album itu di paksakan..album di buat sebagai bagian dari paket.. dan memang tidak cukup ada karakter yang berbeda.. yang membuat orang berminat untuk membelinya.
jadi.. jika pun memang ingin menjadi idola.. bangunlah dengan kerja keras dari bawah..kalau perlu.. buatlah indy label.. dan pasarkan..jadilah diri sendiri..dan jangan lupa.. membangun jiwa.. sehingga aura dan pesona diri menjadi kuat.. seperti kata para suci.. bahwa sepanjang apapun tangga yang kita sambungkan.. tidak akan mungkin pernah menggapai bulan.. namun dengan pertolongan Allah.. maka tangga kemuliaaan akan di turunkan.. sehingga tangga itu pun tersambungkan..
April 8th, 2008 at 9:03 am
hm…quite reasonable. becoming ourselves is part of honesty. and honesty is always the best. any way, the world is getting commercial and “suka sama suka” principle is widely used.
And badly some people use these reasons to legalize their actions in pursuing short-term profit.
any way, there is always a cycle for every thing.