menjaga keajegan
tadi pagi.. dalam sebuah perenungan di kamar mandi..
beberapa undangan aku dapatkan minggu ini.. teman teman dekat yang akan berhelat.. merayakan hari bahagia mereka..dan sebagian teman yang lain nanya.. kamu kapan
hehehe.. senyum aja deh.. ga perlu di jawab dengan kata kata.. dengan usaha dan doa saja lah..yang penting semangat tetap terjaga.
lalu merembet ke kondisi kekinian.. betapa teman ini sudah begini.. yang itu sudah begitu..punya ini punya itu..kadang shock juga.. tapi kembali kewarasan berbicara,siapa yang mengenal jon bon jovi ketika dia masih bekerja sebagai pembersih kaca di studio rekaman.. siapa yang tau mulansari ketika dia masih bekerja sebagai penyanyi kafe..juga siapa yang tau nasib para tuan tanah di aceh sana.. tanah dan harta berlimpah limpah lenyap seketika.. karena air bah.. juga para kaya hartawan.. cendekiawan.. di yogyakarta.. yang seketika berubah menjadi bukan siapa siapa.. ketika bumi di guncangkan Dzat suci yang menghidupinya.
itulah kehidupan manusia.. seperti roda.. segala sesuatu bisa terjadi dengan tiba tiba.. kadang kala tidak masuk logika.
yang penting.. adalah keajegan dalam menyikapi itu semua.. ketika suka .. ketika duka.. ketika senang di tambah.. ketika senang di kurangi.. ada keajegan dalam bersikap.. bahwa semuanya adalah prosesi .. mozaik kehidupan yang pada satu waktu akan memperlihatkan gambaran yang utuh..bahwa semuanya bukan merupakan kebetulan.. namun terarah.. karena memang diarahkan.
tenang ketika ada.. tenang ketika tiada.. tenang ketika sehat.. tenang ketika sakit.. tenang ketika kaya.. tenang ketika kurang kaya.. tenang dalam semua hal.. bersih hati dalam semua kondisi.. kira kira seperti itu simpulannya.. mudah di ucapkan.. tak semudah itu di jaga dan di jalankan.
kehidupan itu indah kok.. tenang saja.