mukjizat hak siapa saja..
di tengah Gurun nan luas.. seorang ibu begitu panik melihat anaknya menangis kehausan..naluri keibuannya membuatnya bergerak.. mengarahkan pandangan kemana mana.. mencari sumber air yang tersedia..
di kejauhan.. nampaklah berkilat kilat.. sepertinya pantulan air terlihat.. maka segera berlari sang ibu mendekat..ternyata hamparan pasir semata.. kembali di kejauhan.. nampak nyata air jauh di sana.. sang ibu kembali berlari mendekatinya.. bukan juga.. itu terjadi berulang ulang .. sampai 7 X tercatat dalam hikayat..
itulah kisah Siti Hadjar dan putra tercintanya.. ismail AS..
terkadang.. sesuatu yang jauh di luar diri itu hanya ilusi..
dan itu yang selalu di kejar.. bingung dan bimbang..
ketika akhirnya kepasrahan kepada yang sejati datang.. masuk ke dalam diri.. berserah pada yang Suci..
hanya dengan jejakan kaki sang bayi.. air yang sampai sekarang di sucikan itu pun datang sendiri..Subhanallah..Maha suci yang Maha Hidup.. dengan kecerdasanNya yang abadi..
gerak fisik itu perlu.. bahkan wajib.. namun bersandar padaNya pun harus..
apakah keajaiban dan mukjizat itu hanya menjadi hak mereka saja ?
tentu saja tidak.. itu hak semua orang.. yang mampu menjalani kondisi kepasrahan dan melebur dengan sang Hidup.. seperti orang orang yang di sucikan itu..
Desanta.. dengan semangat dan takwa.. hehe .. jadi inget jogja..
salam