Archive for March, 2007


banyak suka satu duka

banyak suka satu duka..

manusia terkadang hanya mengingat hal hal yang sedih.. hal hal yang ga enak.. duka itulah yang selalu di kenang.. di ungkit.. atau di besar besarkan.. jarang jarang suka gembiranya di kenang :)

sukanya banyak.. dukanya satu.. namun yang satu itu yang seolah jadi warna dominan.. sehingga nestapa seolah memburamkan keceriaan..

manusia terdiri dari ruh dan jasad..jasad adalah sangkar bagi ruh untuk hidup di dunia.. tanpa jasad.. ruh tak dapat berbuat apa apa.. tanpa jasad.. ruh juga tak butuh apa apa..

jasad di ciptakan sebagai wadah ruh untuk berkarya.. dan bermanfaat bagi sesamanya.. jadi selama kehidupan ada.. selama sang hidup masih ada di dalam jasad.. maka masa itu jugalah waktu bagi manusia untuk berkarya.. melakukan sesuatu yang baik untuk dirinya.. orang orang di sekitarnya.. atau untuk para bintang.. melakukan hal terbaik untuk spektrum yang lebih luas.. bisa jadi sangat sangat luas.. melintasi batas batas benua dan negara..

ketika kehidupan masih ada.. manusia harus melakukan gerak nyata.. banyak tools di berikan.. panca indera.. rasa.. energi.. pikiran.. pengetahuan.. harus di manfaatkan secara optimal.. agar proses berkarya itu pun optimal hasilnya..

hanya saja.. jangan sampai semua proses itu melupakan diri dari tujuan yang hakiki.. dari bayi.. kembali menjadi seperti bayi.. yang suci.. bersih.. polos.. berserah total pada Tuhan dan alamnya..lucu dan menyenangkan.. sehingga seluruh alam pun mencintainya..

ya ya ya.. semua ada waktunya.. ada prosesnya

banyak suka.. satu duka..

kenapa harus bersedih.. masih lebih banyak gembiranya :)

tetap semangat dong !!

mukjizat hak siapa saja..

di tengah Gurun nan luas.. seorang ibu begitu panik melihat anaknya menangis kehausan..naluri keibuannya membuatnya bergerak.. mengarahkan pandangan kemana mana.. mencari sumber air yang tersedia..

di kejauhan.. nampaklah berkilat kilat.. sepertinya pantulan air terlihat.. maka segera berlari sang ibu mendekat..ternyata hamparan pasir semata.. kembali di kejauhan.. nampak nyata air jauh di sana.. sang ibu kembali berlari mendekatinya.. bukan juga.. itu terjadi berulang ulang .. sampai 7 X tercatat dalam hikayat..

itulah kisah Siti Hadjar dan putra tercintanya.. ismail AS..

terkadang.. sesuatu yang jauh di luar diri itu hanya ilusi..

dan itu yang selalu di kejar.. bingung dan bimbang..

ketika akhirnya kepasrahan kepada yang sejati datang.. masuk ke dalam diri.. berserah pada yang Suci..

hanya dengan jejakan kaki sang bayi.. air yang sampai sekarang di sucikan itu pun datang sendiri..Subhanallah..Maha suci yang Maha Hidup.. dengan kecerdasanNya yang abadi..

gerak fisik itu perlu.. bahkan wajib.. namun bersandar padaNya pun harus..

apakah keajaiban dan mukjizat itu hanya menjadi hak mereka saja ?

tentu saja tidak.. itu hak semua orang.. yang mampu menjalani kondisi kepasrahan dan melebur dengan sang Hidup.. seperti orang orang yang di sucikan itu..

Desanta.. dengan semangat dan takwa.. hehe .. jadi inget jogja..

salam

dewa ruci

di ambil dari sebuah web.. dialog antara bima dengan dewa ruci..

dalam kondisi yang tak menentu.. banyak orang yang mengaku aku sebagai Guru.. ada Guru sejati.. ada Guru palsu..kebenaran dan keteguhan hatilah yang akan merubah kepalsuan itu menjadi kesejatian..

Bima.. sebagai salah satu yang terkuat di antara para pandawa.. di incar kematiannya oleh Gurunya.. yang membela para kurawa..di suruhlah sang Sena pergi ke gunung dan dasar samudera.. mencari tirta pawitra.. yang sebenarnya tidak pernah ada.. di kedua tempat itu.. ada raksasa dan naga yang di harapkan mampu membunuh sang ksatria..

namun Bima mampu mengatasi rintangan rintangan itu.. dan karena keteguhan hatinya.. bertemulah dia dengan Sang Dewa Ruci.. yang mengajarnya tentang pemaknaan Air Kehidupan.. yang ternyata berbeda dari bentuk fisik yang di bayangkan..

inilah dialognya :)

termangu sang bima di tepian samudera
dibelai kehangatan alun ombak setinggi betis
tak ada lagi tempat bertanya
sesirnanya sang naga nemburnawa

dewaruci, sang marbudyengrat, memandangnya iba dari kejauhan,
tahu belaka bahwa tirta pawitra memang tak pernah ada
dan mustahil akan pernah bisa ditemukan
oleh manusia mana pun.

menghampir  sang dewa ruci sambil menyapa:
'apa yang kau cari, hai werkudara,
hanya ada bencana dan kesulitan yang ada di sini
di tempat sesunyi dan sekosong ini'

terkejut sang sena dan mencari ke kanan kiri
setelah melihat sang penanya ia bergumam:
'makhluk apa lagi ini, sendirian di tengah samudera sunyi
kecil mungil tapi berbunyi pongah dan jumawa?

serba sunyi di sini, lanjut sang marbudyengrat
mustahil  akan ada sabda keluhuran di tempat seperti ini
sia-sialah usahamu mencarinya tanpa peduli segala bahaya

sang sena semakin termangu menduga-duga,
dan akhirnya sadar bahwa makhluk ini pastilah seorang dewa
ah, paduka tuan, gelap pekat rasa hatiku.
entahlah apa sebenarnya yang aku cari ini.
dan siapa sebenarnya diriku ini

ketahuilah anakku, akulah yang disebut dewaruci, atau sang marbudyengrat
yang tahu segalanya tentang dirimu
anakku yang  keturunan hyang guru dari hyang brahma,
anak kunti, keturunan wisnu yang hanya beranak tiga, yudistira, dirimu, dan janaka.
yang bersaudara dua lagi nakula dan sadewa dari ibunda madrim si putri mandraka.
datangmu kemari atas perintah gurumu dahyang durna
untuk mencari tirta pawitra yang tak pernah ada di sini

bila demikian, pukulun, wejanglah aku seperlunya
agar tidak mengalami kegelapan seperti ini
terasa bagai keris tanpa sarungnya

sabarlah anakku,.memang berat cobaan hidup
ingatlah pesanku ini  senantiasa
jangan berangkat sebelum  tahu tujuanmu,
jangan menyuap sebelum mencicipnya.
tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru,
sesuatu terwujud hanya dari tindakan.

janganlah bagai orang gunung membeli emas,
mendapat besi kuning pun puas menduga mendapat emas
bila tanpa dasar, bakti membuta pun akan bisa menyesatkan

duh pukulun, tahulah sudah di mana salah hamba
bertindak tanpa tahu asal tujuan
sekarang hamba pasrah jiwaraga terserah paduka.

nah, bila benar ucapanmu, segera masuklah ke dalam diriku.
lanjut sang marbudyengrat

sang sena tertegun tak percaya mendengarnya
ah, mana mungkin hamba bisa melakukannya
paduka hanyalah anak bajang sedangkan tubuh hamba  sebesar bukit

kelingking pun tak akan mungkin muat.

wahai werkudara si dungu anakku,
sebesar apa dirimu dibanding alam semesta?
seisi alam ini pun bisa masuk ke dalam diriku,
jangankan lagi dirimu yang hanya sejentik noktah di alam.

mendengar ucapan sang dewaruci sang bima merasa kecil seketika,
dan segera melompat masuk ke telinga kiri sang dewaruci
yang telah terangsur ke arahnya

heh, werkudara, katakanlah sejelas-jelasnya
segala yang kau saksikan di sana

hanya tampak samudera luas tak bertepi, ucap sang sena
alam awang-uwung tak berbatas hamba semakin bingung
tak tahu mana utara selatan atas bawah depan belakang

janganlah mudah cemas, ujar sang dewaruci
yakinilah bahwa di setiap kebimbangan
senantiasa akan ada pertolongan dewata

dalam seketika sang bima menemukan kiblat dan melihat surya
setelah hati kembali tenang tampaklah sang dewaruci di jagad walikan.

heh, sena! ceritakanlah dengan cermat segala yang kau saksikan!

awalnya terlihat cahaya terang memancar, kata sang sena
kemudian disusul cahaya hitam, merah, kuning, putih.
apakah gerangan semua itu?

ketahuilah werkudara, cahaya terang itu adalah pancamaya,
penerang hati, yang disebut mukasipat (mukasyafah),
penunjuk ke kesejatian, pembawa diri ke segala sifat lebih.
cahaya empat warna, itulah warna hati
hitam merah kuning adalah penghalang cipta yang kekal,
hitam melambangkan nafsu amarah, merah nafsu angkara, kuning nafsu memiliki.
hanya si putih-lah yang bisa membawamu
ke budi jatmika dan sanggup menerima sasmita alam,

namun selalu terhalangi oleh ketiga warna yang lain
hanya sendiri tanpa teman melawan tiga musuh abadi.
hanya bisa menang dengan bantuan sang suksma.
adalah nugraha bila si putih bisa kau menangkan
di saat itulah dirimu mampu menembus segala batas alam tanpa belajar.

duhai pukulun, sedikit tercerahkan hati hamba oleh wejanganmu
setelah lenyap empat cahaya, muncullah nyala delapan warna,
ada yang bagai ratna bercahaya, ada yang maya-maya, ada yang menyala berkobar.

itulah kesejatian yang tunggal, anakku terkasih
semuanya telah senantiasa ada dalam diri setiap mahluk ciptaan.
sering disebut jagad agung jagad cilik

dari sanalah asal kiblat dan empat warna hitam merah kuning putih
seusai kehidupan di alam ini semuanya akan berkumpul menjadi satu,
tanpa terbedakan lelaki perempuan tua muda besar kecil kaya miskin,
akan tampak bagai lebah muda kuning gading
amatilah lebih cermat, wahai werkudara anakku

semakin cerah rasa hati hamba.
kini tampak putaran berwarna gading, bercahaya memancar.
warna sejatikah yang hamba saksikan itu?

bukan, anakku yang dungu, bukan,
berusahalah segera mampu membedakannya
zat sejati yang kamu cari itu tak tak berbentuk tak terlihat,
tak bertempat-pasti namun bisa dirasa keberadaannya di sepenuh jagad ini.

sedang putaran berwarna gading itu adalah pramana
yang juga tinggal di dalam raga namun bagaikan tumbuhan simbar di pepohonan
ia tidak ikut merasakan  lapar kenyang haus lelah ngantuk dan sebagainya.
dialah yang menikmati hidup sejati dihidupi oleh sukma sejati,
ialah yang merawat raga
tanpanya raga akan terpuruk menunjukkan kematian.

pukulun, jelaslah sudah  tentang pramana dalam kehidupan hamba
lalu bagaimana wujudnya zat sejati itu?

itu tidaklah mudah dijelaskan, ujar sang dewa ruci, gampang-gampang susah
sebelum hal itu dijelaskan, kejar sang bima, hamba tak ingin keluar dari tempat ini
serba nikmat aman sejahtera dan bermanfaat terasa segalanya.

itu tak boleh terjadi, bila belum tiba saatnya, hai werkudara
mengenai zat sejati, engkau akan menemukannya  sendiri
setelah memahami tentang penyebab gagalnya segala laku serta bisa bertahan dari segala goda,
di saat itulah sang suksma akan menghampirimu,
dan batinmu akan berada di dalam sang suksma sejati

janganlah perlakukan pengetahuan ini seperti asap dengan api,
bagai air dengan ombak, atau minyak dengan susu
perbuatlah,  jangan hanya mempercakapkannya belaka
jalankanlah sepenuh hati setelah memahami segala makna wicara kita ini
jangan pernah punya sesembahan lain selain sang maha luhur
pakailah senantiasa keempat pengetahuan ini
pengetahuan kelima adalah pengetahuan antara,
yaitu mati di dalam hidup, hidup di dalam mati
hidup yang kekal, semuanya sudah berlalu
tak perlu lagi segala aji kawijayan, semuanya sudah termuat di sini.

maka habislah wejangan sang dewaruci,
sang guru  merangkul sang bima dan membisikkan segala rahasia rasa
terang bercahaya seketika wajah sang sena menerima wahyu kebahagiaan
bagaikan kuntum bunga yang telah mekar.
menyebarkan keharuman dan keindahan memenuhi alam semesta

dan blassss . . . !
sudah keluarlah sang bima dari raga dewaruci sang marbudyengrat
kembali ke  alam nyata di tepian samodera luas sunyi tanpa sang dewaruci

sang bima melompat ke daratan dan melangkah kembali
siap menyongsong dan menyusuri rimba belantara kehidupan

murid dan mursyid

anand khrisna berkata.. bahwa bukan murid yang menemukan Guru mursyidnya.. namun jeritan dari dalam jiwa seseorang lah yang akan memanggil Mursyid terdekat… untuk menolongnya..

para murid adalah manusia dopingan.. yang di angkat kesadarannya oleh sang Guru.. di angkat.. di sadarkan. di bukakan matanya.. di berikan aneka tools baru .. agar terjaga kesadarannya..

di perkenalkan dengan kebersihan dan kesucian jiwa.. agar merasa bahwa kondisinya berbeda.. antara sebelum dan sesudah mengenal Guru Mursyidnya.. dalam proses mengenal Guru Sejati.. Sang Terang yang ada di dalam diri..Juru selamat yang abadi..

proses doping itu.. adalah seperti memancing sebuah pompa air yang rusak..pompa air yang tidak berfungsi baik.. terkadang harus di tuang air terlebih dahulu sebagai pancingan.. agar mesin bisa bekerja tanpa terbakar..dan ketika mesin itu telah kembali normal..maka akan muncul air dari dalam bumi dalam jumlah yang cukup.. yang bermanfaat bagi kehidupan..

jiwa jiwa yang kering dan gelap.. di angkat dan di pancing kesadarannya dengan air kesucian… dengan cahaya keabadian.. agar cahaya dari dalam pun muncul.. jadi bukan hanya sekedar menjadi pemantul.. namun akan menjadi sumber cahaya itu sendiri..

ketika cahaya cahaya itu semakin banyak..baik pantulan maupun sumbernya..akan semakin teranglah dunia.. semoga..

Allah Hu  Allah Hu.. terima kasih sang keberadaan.. sang Maha Hidup.. yang telah mengantarkan Para Guru.. Para pembawa cahaya..Para Suci.. sedemikian dekat dengan kehidupanku

kelembaman perut

puasa udah kelar kemaren.. tapi tetep aja belom bisa mulut dan perut terima banyak makanan… ada yang berbeda.. jadi peka :)

yang keasinan lah.. kurang ini.. kurang itu.. maunya banyak.. mampunya masih terbatas..ya ya ya.. baru tau sekarang.. bahwa perut pun punya kelembamannya sendiri.. jangan di paksa..ketika di paksakan.. yang ada gak enak dan gak enak aja.. sabar bung.. ini masih bagian dari pembersihan.. diare pun juga bagian dari rangkaian itu :)

ada temen yang bilang.. recovery dia lama.. butuh waktu seminggu.. tapi ada juga yang cuek.. bisa langsung makan apa aja.. nah loh..

jadi apa pelajaran yang bisa di petik dari hal ini ?

ber

ta

hap

:)

sabar..

roja’a (2)

seminggu berlalu.. masa masa pembersihan di jalani.. biar belum bisa ikutan tahapan selanjutnya.. berdiam beberapa hari dalam gelap.. tak mengapa.. dalam terang pun ada cahaya :)

apa yang di dapat dalam masa pembersihan kali ini.. evaluasi.. perenungan.. apa yang sebenarnya terjadi.. apa masalah dan kekurangan yang ada..

ya ya.. seperti laiknya lomba dayung.. ada pendayung.. ada tukang kendangnya.. sahaya sebagai bagian dari tukang kendang.. kurang bersemangat menabuh tabuhannya.. sehingga lunglai semuanya

itu yang harus di rubah.. roja’a.. semangat harus di jaga.. di munculkan kembali.. sehingga kemudahan juga segera nyata..

tetap semangat.. bisa .. yakin dan percaya diri.. itu pasti

itulah makna dari pembersihan kali ini..

saatnya ilmu ilmu di terapkan.. di aplikasikan.. saatnya duta mengabdi pada masyarakatnya :)

Terima kasih yang Maha Tunggal..

Terima kasih Orang Orang yang mengantarku pada pencerahanku..

rinduku..

ku tak pernah merasa jemu

jika kau slalu di sampingku

begitu nyanyian rinduku

terserah

apa katamu

hehe.. enak sekali lagu itu.. dapat aransemen yang beda.. seneng dengerinnya..

rinduku.. cieh :)

lagi rapat orangnya :P

majelis suro

tadi malam.. kantor kedatangan 2 tamu istimewa.. temen2 dari rawamangun datang..anak2 himpunan eks jogja..silaturahim.. sambung rasa..

ga banyak yang berubah dari mereka.. idealisme yang meletup letup.. di tambah kecerdasan yang kadang nakal..istilah yang lucu lucu.. sempet bingung.. waktu mereka ngajak ngobrol di luar aja.. majelis suro.. ahlul hisab..apa maksudnya coba..ternyata itu plesetan dari majelis suka rokok.. dan ahlul hisap.. para pengisap rokok.. ada ada aja.. ya kayak dulu.. sufi.. suka film ( porno )..truf seribu bulan.. semau2nya sendiri klo bikin istilah..

perbincangan jadi rame.. ga cuman sekedar saling tanya kabar.. anak udah berapa.. sulung semua.. istri berapa..hehe.. no comment deh. sahaya jadi pendengar aja dalam konteks ini..melebar ke pembicaraan tentang epistimologis.. ontologis.. aksiologis.. weleh.. batra meneh :D

terus bicara tentang kanan dan kiri.. kanan yang paling kiri.. kiri yang paling kanan. nasib para bekas aktifis.. tokoh PRD yang punya puncak di villa.. kebalik ya :P.. tokoh SMID yg jadi komisaris di PT pos.. trs tentang konsesi perkebunan karet.. dan tentang banyak temen yang lain..ya ya ya..itulah dunia.. itulah hidup..semua pilihan .. ada yang tetap bersikukuh dengan ya dan tidak.. ada yang memilih ya dan ya.. ada yang hanya tidak dan tidak.. boleh boleh saja..

lalu kami jadi apa.. ketawa lagi :D

muter2 bicaranya.. dari BNN sampai akuntansi.. ada akuntansi pewayangan.. ada sosiologi akuntansi.. aku yang udah lama tidak pernah mikir.. mencoba merangkai rangkai logika yang mengemuka..tentang organisasi nirlaba yang menghitung laba,ya ya .. perjalanan menghasilkan banyak pengalaman.. pengalaman memberikan banyak ruang untuk bercerita.. semoga hasil dari pengalaman itu nantinya akan tertuang dalam tulisan..puisi puisi indah sebagaimana yang dulu pernah ada..

trus ada PR.. katanya 2009 udah deket.. mau berpartisipasi dimana ?..waduh.. maaf sobat .. saya ngga berpikir ke sana.. lagi ngga mikir ke sana :)

berkarya. dan berkarya saja.. katamu..karya itu adalah bayangan dari perbuatan.. dan rejeki ada di dalamnya.. maka berkarya saja sebanyak banyaknya.. dan rejeki sebanyak banyaknya.. mau sistem apa.. mau siapa yang berkuasa.. makmur dan sejahtera sahaja :)

tak penting bagi sahaya siapa presidennya.. apa partainya..bagaimana sistemnya..

detoks..

detoksifikasi tengah terjadi..

kondisi finansial yang tengah terpuruk.. bukan hanya personal.. namun juga perusahaan.. di tambah dengan turunnya kualitas kesehatan.. sedang berkurang.. dan juga di iringi oleh menurunnya rasa percaya diri.serta aneka hambatan psikologis dan spiritual lain..

ya ya ya.. tidak sendirian memang :)

detoks.. bisa jadi karena kotoran dan kelekatan yang ada terlalu banyak.. atau memang sedang di persiapkan.. untuk menerima sesuatu pemberian yang jauh lebih besar harga dan nilainya.. sehingga siap wadah untuk menampungnya..

detoks.. bisa jadi adalah sebuah bentuk mekanisme alam untuk mengatur.. agar orang mencapai kondisi paling bawah dalam kehidupannya,dan mampu mencapai titik balik .. bangkit tanpa harus jumawa..

detoks.. bisa jadi juga bagian dari penyucian jiwa..karena ada tanggung jawab besar yang akan di emban di balik itu semua..

apapun kondisinya.. tenang dan terang saja.. karena cahaya itu sudah ada di dalam diri :)

detoks pasti berlalu… santai saja :)

tazkiatun nafs

tepat jam 6 sore waktu jakarta.. saat di mulainya waktu berpuasa :)

saat sang ulat masuk ke dalam kepompongnya.. menyendiri.. menahan diri..lebih banyak berbicara dan mendengar suara dari dalam diri..aha..

dan pada waktunya nanti.. akan berubah menjadi kupu kupu yang akan memberi warna dan ceria pada dunia..

ya rahman ya rahim.. kuatkanlah diriku.. mudahkanlah jalanku dalam tazkiatun nafs kali ini..

dengan kebulatan tekad.. yakin.. pasti bisa.. pasti bisa :)