Archive for January, 2007


setelah 3 minggu ..

Mata_merah_1 setelah 3 minggu ibu di jakarta.. akhirnya beliau sore ini pulang ke magelang..semoga kenangan manis yang di dapat… pencerahan yang di bawa.. bukan kekasaran .. kekakuan.. dan kekerasan hatiku..

ya rahman ya rahim.. sebetulnya tidak tega rasanya.. jika kata kata keras itu harus terlontar dari mulutku.. atau dari sikap lakuku..bagaimanapun.. sejauh apapun rasa itu.. dia adalah ibuku.. ibunda yang melahirkanku..tetapi semuanya harus di perbaiki.. sikap dan sifat apatis.. manja.. harus di kikis.. hidup adalah untuk mensyukuri setiap karunia..bukan berkeluh kesah tanpa guna..

semoga di sini.. menjalani terapi.. menjadikan cerianya beliau.. agar terang hatinya..berani dalam bersikap.. berani dalam hidup.. tegar dan sembuh selamanya..

ya rahman ya rahim.. maafkan sahaya.. jika itu semua engkau anggap sebagai sebuah kedurhakaan.. tidak pernah ada maksud apapun..

semua adalah demi sayang dan cinta sahaya padanya.. agar di sisa masa hidup.. bahagia yang di raih..tidak lagi pekatnya rasa.. karena rasa itu sendiri..

terima kasih semuanya.. terima kasih sang bijaksana..

sayidin panatagama..

jadi ingat pelajaran sejarah smp atau sma dulu.. salah satu petikan dalam gelar raja raja islam tempo doeloe.. seperti Sultan Agung.. adalah sayidin panatagama.. atau kira kira artinya.. orang yang di sucikan.. di jaga.. dan menjadi penata agama..

sebutan untuk  mereka.. adalah sang nata..

dimaksudkan.. negara di pimpin oleh orang orang yang di sucikan.. memahami.. menghayati .. dan menjalankan.. bahkan memimpin penegakan aturan aturan agama.. bukan sekedar dzahir..namun juga bathinnya selalu tersambung dengan kesadaran yang maha Kuasa.. orang orang yang memiliki ketauhidan yang sangat dalam.. sehingga selalu ada PenyertaanNya dalam setiap langkah.. hidup mereka terjaga dan terkelola..

mungkin dengan itulah.. beberapa pemimpin mendapatkan kejayaannya.. rakyat mendapat kemakmurannya..

tapi itu duluuu…

ada sebutan Nata.. untuk menata negara..

ada tata.. ada rata..

mau di tata apa mau di rata.. terserah kita

mau di bina atau mau  binasa.. tergantung manusia2 nya..

suara detak..

"setelah  60 menit berlalu.. yang terdengar hanyalah suara detak arloji"

begitulah kira kira isi dari iklan termasyhur dari david ogilvy.nabinya orang orang periklanan..
sebuah iklan yang sangat termasyhur.. dan mendapat aneka penghargaan..

iklan itu adalah sebuah iklan tentang mobil dari merk terkenal ..sebegitu halus suara mesinnya.. sampai suara detak detik jam pun terdengar jelas..
hanya mobil mewah dan bagus yang bisa memenuhi kualifikasi itu..
sama halnya yang berlaku dengan manusia.. hanya manusia yang hati dan fikirannya tenang.. bersih.. dan bebas dari riak berisiklah yang akan mampu memperdengarkan suara dari dalam qalbu
yang bisa mendengar bimbingan dan bisikanNya.. melalui kata dan bukan kata.. lisan.. tulisan .. serta bukan keduanya..
karena terkadang suara suara itu terdengar begitu lirih..namun ada.. namun nyata..
suara detak sang Hidup.. yang menandakan adanya kehidupan.. seperti suara detak jam yang menunjukkan adanya waktu..

agar hati cemerlang
melihat RASA nya Tuhan
jadikan aku manusia
manusia utuh sempurna
maka aku kenal dia
dengan kebersihan hati..

satu tahun

hari ini.. setahun lalu.. sahaya ikut pelatihan pertama di sirnagalih..

dari solo ke jakarta..berbekal semangat.. keyakinan.. akan datangnya perubahan.. akan hadirnya pencerahan..

tak terasa.. memang benar kata seorang teman.. tau tau tua..

apa yang sudah di dapatkan dari ini semua.. banyak.. sangat sangatlah banyak..aneka pengalaman spiritual yang menempa.. aneka cobaan yang menguji kesabaran.. aneka pengalaman yang membuat diri tersadarkan akan DIRI.. akan AKU.. akan JIWA.. dan akan akan yang lain…

membuat yang tua tidak sekedar di luar.. namun juga di dalam .. jiwa yang lebih tua.. lebih matang..lebih percaya diri.. tidak sekedar menghadapi manusia.. namun juga dalam menghadapi dan mengendalikan keadaan..

di sinilah.. sahaya di tempa.. dengan aneka pembasuhan.. terkadang perih melanda.. terkadang sakit terasa.. namun di situlah nikmat dan syukur di dapatkan..pasrah di peroleh.. ikhlas di jalankan..

dahulu saya muslim.. sekarang saya islam.. kata seorang teman..

ya .. selamat.. itulah.. semoga jalan sahaya..

dengan ketenangan..kebersihan hati.. dan diri yang semoga selalu terjaga.. bukan karena takut dosa.. namun karena memang itulah kebutuhan yang sebenarnya..semoga akan selalu meningkat..hari demi hari.. masa demi masa..

satu tahun berlalu.. tak terasa..

aneka kemudahan di dapat.. aneka kelimpahan tersedia..

aneka cinta tersaji.. airmata yang tercucur bukan lagi air mata kegelapan.. namun air mata syukur.. semoga ini senantiasa terpelihara..

terima kasih ya Rabbku.. terima kasih Guruku..terima kasih orang orang yang mencintaiku..

dan kado untuk ku.. adalah bertemunya dengan ibu.. yang juga mendapatkan pencerahan di sini..bertemu dengan cahaya terang dalam meditasinya..semoga ini adalah retasan jalan baru.. yang akan membuatnya lebih berbahagia..

di tahtanya..sang raja toilet pun kembali menangis.. entah untuk apa.. entah karena apa..

karena tanpa karena..

mozaik masa lalu.. tinggalkanlah..

sekilas menurunkan bacaan..membaca berita berita infotainment di detik..hati bergidik..membaca artikel tentang pasangan..mantan pasangan atau setengah pasangan.. karena belum jelas status hukumnya.. saling berseteru di media..saling gertak.. saling menjelekkan..saling benci.. saling menghina..saling menyakiti satu sama lain..sesak dada sahaya..

bagaimana bisa.. orang orang yang tadinya saling mencintai.. bisa sehebat itu membenci dan melukai..di media mereka berbicara.. di tiup tiupkan aib itu sehingga jadi omongan orang senegara..ikut sakit rasanya.. terkenang kejadian serupa.. beberapa bulan yang lalu..

bagaimana bisa kejadian berbalik sedemikian rupa..tapi itulah halnya.. itulah kejadiannya..

pada saat seperti itu.. layakkah sahaya di sebut manusia?.. ketika benci dan arogansi yang jadi panglima..ah.. entahlah..

seperti menemukan mozaik masa lalu yang kelam..sudahlah..sekarang semua telah berlalu..kesedihan bukanlah untuk di miliki..sudah datang pencerahan.. sudah datang penyelamatan..hidup adalah saat ini.. saatnya membuka diri..saatnya berbagi cahaya..

biarlah mereka.. yang masih bersuka dengan amarahnya.. tetap berada di nerakanya..

biarkan sahaja..

gelapnya malam..

seakan terasa..

menelan cahaya rembulan..

gelapnya hati terasa

menelan cahaya illahi

terima kasih ya rabb.. yang telah mempertemukan dengan Guru pembimbingku.. dengan orang orang yang kucintai.. serta mencintaiku..

teardrops

Something in the words you never said
Makes me feel I ain t seen nothing yet
Catch me now I m falling
Hear the angels calling
Calling somewhere deep inside my head

Close encounters of a different kind
Open up the part that s sealed and signed
Many hearts get broken
When words are left unspoken
Leaving nothing but a worried mind

We could float like teardrops on the ocean
We could flow like water to the sea
It may sound unclever, we d last forever
If you want to stay with me

You never know for sure what s coming up
Sad the echobeat will never stop
You re the one and only
If you leave me lonely
You might as well let all the curtains drop

We could float like teardrops on the ocean
We could flow like water to the sea
It may sound unclever, we d last forever
If you want to stay with me

if you just lay your love on me

duh .. denger lagu ini..membumi.. membumi :)

“Titip Ibuku ya Allah”

Assalamu’alaykum …….

ada bahan renungan yang bagus dari milis tetangga …

Semoga Bermanfaat …..

Wassalam ….

Renungan Ida Arimurti : Titip Ibuku ya Allah

" Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja… "

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa
mengingat.

Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan
Tambang,

tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

" Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa "

pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran.

Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu
selama ini

dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang
fasenya

aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca

orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap
kanak-kanak …..

tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih.

Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,

" Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu
sedih ? "

Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata
Ibu berkata,

" Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu.

Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri.

Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi
jajanin kalian.

Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri "

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani

putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.

Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi
malah

membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling
membuka diri

melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah… Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam

usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?

Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab,

" Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu.

Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan .

Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu.

Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu .

Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba,

itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan
kebahagiaan

di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,

" Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang

kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita
karier

seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti"

dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak!

Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak

adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada
siapapun.

Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.

Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik
sering tertidur lagi…

Ah, maafin kami Ibu … 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah
membuat Ibu lelah..

Sanggupkah aku ya Allah ?

" Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja..

"

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat
mungkin,

kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan
kuucapkan,

" Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan
aku membahagiakan Ibu…".

Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu…

Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan
arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku
sayang padamu… ",

namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang
kita

punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita …

Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.

Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua’lam

"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan
Ibu…,

dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul
khatimah.

Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi
aku selagi aku kecil "

"Titip Ibuku ya Allah"

terjaga.. dan bangunlah

bangunlah ketika hidup

menyadari tentang keberadaan..

tentang perbuatan..

tentang cinta dan di cintai

tentang tujuan dan hidup yang hakiki

bangunlah ketika hidup..

sehingga hidup benar benar hidup..

mengerti dan memahami untuk apa hadirnya diri..

tau dan menyadari tempat dari isi hati..

janganlah terbangun ketika mati telah tiba

semuanya telah terlambat

menyadari bahwa pasangan.. anak.. harta benda.. kedudukan.. kekuasaan.. adalah semu belaka..

tidak menolong perjalanan..

tidak memberikan cahaya..

janganlah tersadar ketika waktu sudah tiada lagi..

merugi..

terjagalah mulai dari saat ini..

saat ini..

pesan Guru Haris Suhyar.. renungan Malam Tahun Baru 2007