selamat iedul fitri 1427 H
"… Jangankan Allah, engkau pun, jika di saat kencan, di saat rindu menggelimang, kekasihmu datang tidak dengan kesucian, terlukalah hatimu. Barangkali akan engkau ucapkan, atau setidaknya diam-diam dalam hati engkau bergumam: "Tega kamu menjawab kerinduanku dengan ketidaksucian, kekasih?" Sebagian engkau bahkan membuangnya, ketika ternyata kekasihmu itu tak suci lagi. Namun, betapa Allah maha pemurah: peluang mensucikan diri yang diberikan olehNya adalah sekaligus kesediaan untuk memaafkan keadaan-keadaan yang perlu disucikan asal permohonan ampun itu melibatkan seluruh totalitas diri seseorang. Allah tidak menagihmu: "Mengapa engkau beri sekutu dengan yang selain Aku? Mengapa engkau menomorsatukan yang bukan Aku? Mengapa engkau menumpahkan cinta tidak kepadaKu, padahal Akulah satu-satunya kekasih yang menjamin seluruh kebahagiaanmu? Mengapa, mengapa engkau membuatku cemburu?" Tidak. Allah tidak memutlakkan kesalahan dan penyelewengan cintamu. Allah memungkinkan kekhilafan itu pupus dan musnah, asalkan engkau menginsafinya sebagai kesalahan, kemudian engkau mentobatkannya secara mendasar dan sungguh-sungguh kepadaNya …."
(Emha Ainun Najib)
selamat hari raya iedul fitri 1427 H, mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan..semoga kita bisa menjaga kondisi kesadaran dan kesucian ini seterusnya ..
Jakarta, 24 Oktober 2006