Negara tanpa penjara
salah satu puncak kejayaan jawa adalah pada masa pemerintahan ratu sima..di pesisir utara jawa tengah.. hukum begitu keras di tegakkan.. cambuk.. rajam .. dan potong tangan di berlakukan tanpa pandang bulu.. anak raja sekalipun..dengan begitu.. orang taat pada aturan..karena memiliki seorang ratu adil. yang benar benar adil dan menegakkan keadilan..
orang menjadi takut untuk berbuat kesalahan.. karena jelas jelas ada hukum yang tak bisa di tawar..tak bisa berkelit.. tak bisa menyuap.. tak bisa membayar..
dan ada sebuah negeri yang lebih indah.. mirip dengan yang terjadi di negara sima..orang takut berbuat salah.. bukan karena kejamnya aturan.. tapi karena hidupnya kompas dalam diri.. hidupnya hati nurani.. sang pembeda furqon.. pembeda kebenaran dan kebatilan..tak perlu merujuk ke kitab apapun.. tak perlu bertanya pada siapapun.. hati nurani adalah wilayah yang suci..tak akan terkotori oleh apapun.. selama dia yang di jadikan tempat bertanya.. kebenaran adalah jawabannya..
Negeri Muhammad.. adalah negeri tanpa penjara..orang akan berbuat sekeras mungkin .. agar tak ada hukum yang terlanggar.. orang akan berbuat seadil mungkin.. sehingga tak ada hak orang lain yang di rugikan..orang akan bersikap sesopan dan setawadhu mungkin.. sehingga tercipta rasa cinta .. kasih.. dan hormat pada sesama.. tak ada arogansi.. tak ada permusuhan.. yang ada adalah rasa cinta.. sebagai saudara jiwa..
ketika orang melakukan kesalahan.. dengan panggilan nuraninya.. dia akan menghadap ke hakim.. menunjukkan barang bukti dan aneka bahan lain yang bisa menjadi sarana pertimbangan sang hakim.. tak perlu kucing kucingan.. tak perlu cekal.. semua berjalan indah.. penuh keihkhlasan..
tak perlu sipir yang seram.. tak perlu penjara yang kuat.. yang di perlukan adalah kesadaran diri..
dan jaminan bahwa kesadaran itu akan di hargai..
apakah indonesia bisa mencapai puncak kejayaan yang setara?..
mungkin iya.. mungkin tidak… semua terserah kita