ketika merapi dan teman temannya akan menggelar hajatan.. orang orang sibuk berbicara tentang tanda tanda alam
para lelulur dahulu mengajar manusia untuk peka.. sehingga tau .. menghargai dan bisa berkomunikasi dengan alamnya..
membaca berbagai artikel tentang merapi.. saya mendapatkan 2 ilmu / informasi yang sangat berguna.. yakni tentang ingkung dan genting tanah.
ingkung.. adalah bagian dari sesaji jawa.. berupa ayam yang di masak secara utuh..terkadang di pilih yang bulunya putih bersih..
ternyata itu adalah simbol berserah secara utuh..kepasrahan secara penuh dari manusia kepada Tuhannya.. utuh di lambangkan dengan utuhnya daging ayam tersebut..pasrah di lambangkan dengan tergolek tak berdaya.. matang melambangkan bahwa kesadaran tersebut di dasari oleh keimanan.. setelah melalui berbagai proses kehidupan.. bukan sekedar pasrah karena bingung tak tau arah..
dan ingkung itu ternyata enak sekali..dalam kenduri,itu yang paling di nanti dan di cari..
jadi sebetulnya. kalau kita peka.. para tetua mengajar bahwa sebetulnya yang paling di cari itu adalah kondisi pasrah… berserah dengan iman yang matang..karena itu enak sekali ..
kalo saya dulu ya ga mikir gitu.. ayam adalah ayam.. makan aja
lalu genting.. apa yah
para sunan yang di cintai Allah itu mengajar orang jawa untuk menggunakan genting dari tanah sebagai atap rumah.. pengganti sirap..
kenapa tanah?
karena mereka ingin agar ummat selalu sadar.. bahwa berasal dari tanah.. dan akan kembali ke tanah lagi pada satu saat..
selalu ingat akan mati.. mati fisik tentunya..
dan agar selalu dalam keadaan mati.. berserah kepada Allah..mati fikiran fikiran jahatnya.. mati kelekatan kelekatan pada tuhan tuhan palsunya..
agar bisa menemukan hidup.. hidup hati nuraninya.. hidup fikiran bersihnya..
jangan mati di dalam hidup..
jangan mati semangatnya
jangan mati nuraninya
dan hidup di dalam mati
jangan hidupkan kelekatan dalam hati.. sehingga matilah sang nurani..
jangan hidupkan tuhan tuhan palsu.. sehingga tak ada tempat bagi Tuhan yang sejati..
semoga..
jadi ingat liriknya Emha..
siapa yang cinta siapa yang cinta kepada dunia..
siapa yang cinta siapa yang cinta kepada dunia…
dunia akan dunia akan meninggalkannya..
dunia akan dunia akan menghancurkannya…
siapa yang rindu siapa yang kangen kepada Tuhannya
siapa yang rindu siapa yang cinta kepada Allahnya
Tuhannya akan Tuhannya akan melindunginya
Tuhannya akan Tuhannya akan mengasihinya..