Ada seekor ikan yang berenang kian kemari.. mencari cari sesuatu..naik turun.. belok kekanan dan ke kiri.. menempuh perjalanan bermil mil. Berhari hari..mungkin berbulan bulan..bisa jadi umurnya akan habis dalam pencarian..
Ikan itu sedang mencari lautan..
Akankah ketemu ?.. ya .. jika ikan itu menyadari bahwa dia sudah berada di dalamnya..dan menjadi bagian dari keindahannya..
Seperti laiknya manusia yang berjalan kian kemari.. mencari Tuhannya..mencari.. seolah Tuhan itu jauh sekali..padahal dia sudah berada dalam kasih Tuhannya.. menjadi bagian dari kasih Tuhan itu sendiri..jika dia menyadari.. tentu dia akan menemukan apa yang di carinya melalui mata mata yang di milikinya.. mata kepala.. mata bathin.. mata hati..
Jika tidak?..mungkin akan seperti ikan itu..seumur hidup akan terus mencari.. bertanya… menyalahkan.. tidak puas.. dan sebagainya..
Dalam conference di room kajian islam kemarin.. saya pusing..saling berdebat.. saling berkomentar.. saling menyalahkan.. ini boleh.. itu ngga boleh.. ada dalilnya di sini.. ada keterangan yang memperkuat di buku itu..saya diam..kadang ngeri… dari perbedaan perbedaan seperti itu.. orang tega mengkafirkan sesamanya.. mencederai saudaranya..teringat ketika saya SD.. tidak di terima oleh keluarga ibu yang mayoritas NU.. hanya karena saya sekolah di muhammadiyah.. atau budhe tersayang.. yang tidak di anggap sebagai bagian dari keluarga bapak.. karena dia katholik..
Apakah yang mengkafirkan pasti lebih baik dari yang di kafirkan?
Apakah yang menghujat pasti lebih benar dari yang di hujat ?
Apakah yang sudah memiliki ilmu setumpuk pasti mempunyai mata hati yang lebih jernih di banding yang bodoh dan tidak berilmu ?
Carilah ilmu sampai ke negeri cina.. begitu sabda Rasul.
Ilmu di cari untuk apa?.. sebagai fasilitas..untuk meningkatkan kualitas diri..
Kualitas diri yang meningkat itu seperti apa ?.. lebih sabar.. lebih toleran.. lebih memahami perbedaan.. karena manusia di lahirkan berbeda-beda .. tak ada yang sama..
Ini sesat.. itu sesat.. sesat kemana.. ??
Yang penting mata hati bersih.. matahati sebagai mataharinya hidup harus bisa menunjukkan sesuatu itu benar atau salah.. jika hati resah.. itu salah.. itu aja..
Indonesia ini penuh dengan cerdik pandai.. namun perubahan ke perbaikan terasa begitu lambat.. apakah kurang ulama dengan segudang ilmunya..agamawan dengan predikat doktornya..atau orang orang pandai lainnya ?… rasanya tidak..
Pandai dalam ilmu itu perlu.. namun juga harus di imbangi dengan tenggang rasa yang tinggi..tau akan hak dan haq..
Aturan.. dogma.. dan norma agama berbeda beda.. namun rasa dalam diri setiap manusia itu sama..
Kok jadi kemana mana..
Semoga saya menjadi lebih peka aja.. dengan benar dan salah.. dengan kasih dan derita orang lain.. soal benar dan salah menurut dogma..monggo..seperti matahari..ketika panas menyengat.. di cerca dan di salahkan orang .. namun dia terus berjalan.. tanpa peduli apa kata orang..yang penting orang mendapatkan manfaat dari apa yang dia kerjakan..
Terus bersyukur.. menikmati keindahan.. dan merasakan nikmat sebagai bagian dari kasih Tuhan..