Memayu hayuning bawana
Seniman dan budayawan berkata.. politik itu kotor.. seni dan budaya yang akan membersihkannya..
Menurut mereka .. saat ini tinggal seniman dan budayawan lah yang masih tulus dalam menyikapi berbagai permasalahan negara.. yang lain.. udah tercemar..
Tokoh agama dan politisi berkata.. ndandani omah amoh.. mesti keno bledug e
Memperbaiki rumah yang rusak.. mau ambruk.. pasti kena debunya
Itu alasan mereka.. kenapa mereka jadi ikut tercemar,… saat terlibat dalam proses pengelolaan negara.. menjadi ikut kotor itu pasti.. yang penting.. semakin lama proses perbaikan.. debu dan kotoran pun akan semakin berkurang.. kondisi rumah akan semakin baik dan sehat..
Fakta di lapangan menunjukkan.. tidak semua seniman dan budayawan tulus dan jujur.. banyak juga di antara mereka yang punya kepentingan.. dan tidak semua agamawan / politisi tercemar.. masih banyak di antara mereka yang bekerja dengan nurani.. tulus.. memperjuangkan idealismenya..
Masyarakat yang akan menilainya..
Penting untuk di sadari.. bahwa keberadaan mereka adalah untuk memayu hayuning bawana.. mempercantik dan memperindah dunia.. ketulusan adalah salah satu jalannya..
Semoga dengan prinsip itu.. omah amoh yang carut marut kondisinya ini akan segera tertata.. menjadi jauh lebih indah dan sehat.. serta nyaman untuk ditinggali seluruh rakyatnya..
semoga