kali ini blog akan di buat ala laporan perjalanan tim ekspedisi yang lagi ngetrend di televisi dan media cetak. hanya saja jika ada kesalahan dalam pengaturan 5 W dan 1 H,mohon di maafkan, hanya wartawan gadungan ( red )
kentingan ,NP Post.Selasa 15 November 2005
setelah vakum beberapa bulan, tim ekspedisi Newplanet jelajah nusantara kembali menjalankan aktivitasnya,kali ini tujuan ekspedisi adalah beberapa pantai yang terletak di kawasan selatan kabupaten wonogiri, tepatnya di kecamatan paranggupito, kabupaten wonogiri jawa tengah.
Setelah molor 1 jam dari jadwal yang di tentukan,ekspedisi pun di berangkatkan pada pukul 10.00 WIB, dengan armada 3 sepeda motor, tim ekspedisi berjalan dengan kecepatan sedang melewati bekonang , sukoharjo, dan segera menuju ke wonogiri kota, namun ada sedikit hambatan ketika tim memasuki selogiri, ketika terjadi razia oleh kepolisian setempat, ada salah satu driver tim yang tidak bisa menunjukkan surat suratnya, sehingga sempat terjadi perdebatan lama, namun akhirnya dengan berbagai lobby,masalah tersebut dapat di selesaikan, dan tinggal menunggu waktu persidangan.
perjalanan berikutnya kembali lancar, dan ketika sampai di wuryantoro, setelah melintasi obyek wisata waduk gajahmungkur,tim berhenti sejenak di tempat pak wiwit,pemilik usaha wahyu putro grup, sekedar untuk ngobrol dan melepaskan penat.dan setelah kepenatan terkurangi, perjalanan segera di lanjutkan kembali.
tim segera meluncur ke selatan , melalui kecamatan eromoko dan pracimantoro, berbelok menuju barat melalui jalan yang lebih kecil. sampailah di simpang kecamatan giritontro, dan mulai di sinilah perjalanan yang lebih mengasyikkan di mulai.dari giritontro, naik ke giribelah,jalan mendaki dengan pepohonan pinus dan jati di kanan kiri di mulai, tikungan dan tanjakan, yang terkadang tajam dan bersebelahan dengan jurang yang curam menjadi tantangan yang menarik bagi para driver yang lebih terbiasa dengan jalanan kota yang lurus.setelah menempuh perjalan kurang lebih 15 kilometer, sampailah tim di pantai pertama, pantai nampu.
akhirnya terwujud juga keinginan yang sudah terpendam lama, begitu kata sebagian besar anggota tim ketika melihat birunya laut ada didepan mata, pantai ini , seperti lazimnya pantai di samudera indonesia. memiliki deburan ombak yang besar. merupakan sebuah teluk dengan dataran sepanjang kurang lebih 300 meter, dengan beberapa batu karang besar di tengah, yang dari jauh terlihat seperti pahatan abstrak.
suasana di nampu lumayan ramai,ada rombongan anak anak kuliahan yang datang beramai ramai, dari nomor kendaraannya, terlihat sebagian besar datang dari kota solo,dan juga nampak beberapa pelajar SMA dari wonogiri dan sekitarnya.selain beberapa pengunjung lokal.hanya saja karena belum adanya pengelolaan yang jelas dari pemerintah daerah, pantai yang indah ini terlihat kotor dan kumuh.
di sudut kanan pantai ini ada sebuah tebing yang di bawahnya ada tempat yang landai, nyaman untuk dipakai beristirahat , dan cuaca di situ sangat sejuk,sangat kontras dengan cuaca tanpa peneduh yang sangat menyengat, sesi foto foto pun di mulai , hanya saja nyaris terjadi musibah ketika salah satu anggota tim terjatuh dari tebing setelah acara foto foto selesai, berkat kekompakan para anggota yang lain, kecelakaan yang lebih fatal bisa di hindarkan, hanya lecet dan keseleo saja yang di derita oleh salah satu driver tim NP ini.
lewat 1 jam , acara di lanjutkan dengan makan siang di sebuah warung kecil dekat kecamatan paranggupito, acara makan siang yang penuh dengan kelucuan, antara lain karena tidak tersedianya sayur yang mencukupi, sehingga para anggota tim makan seadanya, cukup dengan sambal bawang saja, namun karena lapar dan rasa senang, maka makanan tersebut pun enak di rasakan,.setelah istirahat sejenak dan mengisi bensin dalam jumlah yang cukup, perjalanan menuju pantai kedua di lanjutkan.
pantai kedua adalah pantai sembukan, berjarak 6 kilometer dari kantor kecamatan paranggupito, namun jalan yang di lalui lebih curam, kecil dan rusak di banding jalan menuju pantai nampu, walhasil, tim berjalan dengan kecepatan yang lebih lambat,setelah 15 menit berkendara, sampailah tim di gapura pantai sembukan.
pantai ini lebih kecil teluknya, lebih besar batu batu karangnya, dan jauh lebih dahsyat ombaknya, deburan ombak terdengar sampai ratusan meter, dan tinggi buncahan ombaknya bisa mencapai lebih dari 10 meter.menghasilkan raksasa air yang mengagumkan, tim mencoba mendekat untuk mengambil gambar, dan menyaksikan secara langsung air mengamuk menghantam bukit karang, terbayang seperti apa dahsyatnya tsunami di aceh, ketika yang normal saja seperti itu dahsyatnya, apalagi yang sudah menyebabkan bencana.begitu yang terbersit dalam benak kami.
dan di sebelah pantai sembukan, 500 meter ke barat ada pantai klothok, tempat penyimpanan perahu tempel bantuan dari gubernur jateng tahun 2002,hanya sayang jalan ke pantai ini masih sangat buruk, dan perahu pun dalam keadaan mangkrak, entah kenapa tidak di operasikan seperti tujuannya semula.
dan senja pun datang, pukul 15.00 acara di tutup dengan foto foto di depan patung garuda wisnu kencana di gapura pantai sembukan, setelah itu tim langsung meluncur dengan kecepatan tinggi, kembali ke solo.