Ada dua hal yang sangat menarik dan selalu menjadi perhatian bagi saya tentang orang jawa, meskipun saya sendiri orang jawa tulen, yakni tentang wanita dan para kyai nya..
Wanita jawa.. saya kagumi,karena kebanyakan dari mereka bisa menyembunyikan perasaan yang di pendam jauh di dalam hati,seperti sembadra yang tetap bisa tersenyum ketika tau janaka mempunyai istri lagi, namun meskipun senyum terkembang di bibirnya,telur yang di pegangnya matang karena panas hatinya.elok kan?,coba kalo perempuan dengan kultur lain?
Begitupun ketika wanita jawa memendam perasaan,sebagian besar dari mereka mampu menjadi merak yang manis,yang tidak norak dalam menyatakan perasaan, hanya hati dan mata yang peka yang mampu menangkap rasa itu..sangat sangat berbeda dengan gaya para putr di tanah Sumatra sana, yang ketika merasa tertarik, sangat siap dan secara terbuka mengejar “buruannya “,bagi saya.. itu menakutkan..
cuman kalo misalnya yang di jatuhi perasaan itu tidak peka.. repot sendiri juga kan
tapi beda orang beda cara pula untuk sampaikan pesan..itu hal yang sangat pribadi.
satu hal yang lain adalah.. para kyai nya..haha.. ini berbicara hal yang sensitif.terutama ketika berpikir dengan siapa berbicara.
kyai bagi sebagian orang adalah manusia setengah dewa,di puja sedemikian harum,di tinggikan derajatnya,namun bagi sebagian yang lain adalah orang orang aneh..entah.saya bukan kyai,bukan anak kyai,bahkan kenal secara langsung dengan seorang kyai pun tidak,namun saya merasa ada yang salah dengan penempatan para kyai tersebut.
sudah jelas bahwa merokok itu mubah,apalagi di lakukan dalam masjid.tapi banyak kyai kyai besar kita yang menjalankannya
banyak juga kyai yang mengklaim memiliki jutaan jin sebagai pengikutnya..apakah pernah ada ajaran dari rasulullah untuk menjadikan jin sebagai pengikut?
banyak pula fatwa yang sektarian,misalnya menolak atau menerima calon presiden wanita, tergantung kedekatan sang capres dengan partai yang di dukung pak kyai..
rasa rasanya ya baru kali ini denger ada fatwa kepartaian.
ada kyai yang kebal senjata,kebal peluru, dan kebal macem macem,kenapa pula negara ini harus terjajah ratusan tahun kalau orang orang kita sakti mandraguna..dan kenapa sampai sekarang negara ini masih menjadi negara miskin dan terbelakang,meskipun kaya dengan berbagai sumber daya.dimana para kyai sakti dan hebat itu berperanan,sedangkan menyelesaikan urusan kepartaian mereka sendiri pun tak mampu.
sangat sulit mencari kyai yang bisa di jadikan panutan,menyedihkan.
lalu kalau para pemimpinnya saja sudah susah di anut.mau menganut pada siapa lagi para awam seperti saya ini.
"Menuntutlah, maka kau akan kecewa. Memberilah maka kau akan mendapat segalanya.
Hidup tak pernah memberimu pilihan. Hidup hanya memberimu satu jalan. Maka: cari dan temukan!"