Archive for October, 2005


pemain kata kata

apa yang terjadi ketika seorang pemain kata kata kehilangan olah bahasanya,terasa seperti seorang tentara yang kehilangan senjatanya.lesu..dan lelah.

kata kata yang biasanya menjadi tumpahan keletihan..dan menjadi sumber semangat baru,terasa hambar dan kabur,entah kemana kemampuan untuk mengolahnya itu pergi.menuliskan satu kata untuk menjadi pijakan bagi rangkaiannya pun terasa begitu berat..mungkin memang butuh kontemplasi..agar sang ahli kembali bertaji.

atau itu berarti butuh suasana dan kondisi baru?..belom tahu :)

posesif..

apa yang terbersit ketika mendengar kata posesif?.. bagi sebagian besar orang.. satu hal yang terbayang adalah.. LELAH !,cape,kira kira begitu..

selalu merasa ada yang salah..selalu mau tau apa yang sedang terjadi..tak mau ada rahasia apapun dalam berhubungan..curiga..kira kira seperti itu..mungkin pada awalnya itu akan di anggap sebagai bentuk perhatian.. tapi lama lama akan menjadi sebuah jerat atau rantai yang mengikat semua kebebasan bukan?

untung hubungan hubungan yang terjadi pada saya tidak pernah berbentuk seperti itu.rasa saling percaya yang tinggi, mau menjadi teman dalam semua suasana,dan bukan musuh yang selalu mencari perkara.rasanya adem dan ayem,meskipun semua kekurangan ada di depan mata,hanya sekedar menjadi tempat pelarian orang yang posesif aja udah capenya bukan main,apalagi menjadi orang.. atau korban dari orang yang posesif itu sendiri..

apa yang sebenarnya mereka cari ketika mencinta dan menjalin hubungan, apakah istilah keikhlasan tidak ada dalam kamus mereka,sehingga selalu tuntutan tuntutan ,bahkan yang kadang menggelikan,selalu di ajukan.

orang bijak berkata.menjaga cinta seperti memegang burung, ketika burung itu di pegang terlalu erat..dia akan mati.dan ketika di jaga terlalu longgar,dia akan lari,secukupnya,tanpa harus lupa.itu yang benar adanya.

biarlah.itu urusan orang lain,yang penting menyadarkan mereka,jangan sampai merembetkan masalah hanya karena keposesifan mereka menjadi beban orang lain yang tidak punya urusan.mungkin saja itu pun merupakan bagian dari pendewasaan.

tentang jawa..

Ada dua hal yang sangat menarik dan selalu menjadi perhatian bagi saya tentang orang jawa, meskipun saya sendiri orang jawa tulen, yakni tentang wanita dan para kyai nya..

Wanita jawa.. saya kagumi,karena kebanyakan dari mereka bisa menyembunyikan perasaan yang di pendam jauh di dalam hati,seperti sembadra yang tetap bisa tersenyum ketika tau janaka mempunyai istri lagi, namun meskipun senyum terkembang di bibirnya,telur yang di pegangnya matang karena panas hatinya.elok kan?,coba kalo perempuan dengan kultur lain?

Begitupun ketika wanita jawa memendam perasaan,sebagian besar dari mereka mampu menjadi merak yang manis,yang tidak norak dalam menyatakan perasaan, hanya hati dan mata yang peka yang mampu menangkap rasa itu..sangat sangat berbeda dengan gaya para putr  di tanah Sumatra sana, yang ketika merasa tertarik, sangat siap dan secara terbuka mengejar “buruannya “,bagi saya.. itu menakutkan..

cuman kalo misalnya yang di jatuhi perasaan itu tidak peka.. repot sendiri juga kan :)

tapi beda orang beda cara pula untuk sampaikan pesan..itu hal yang sangat pribadi.

satu hal yang lain adalah.. para kyai nya..haha.. ini berbicara hal yang sensitif.terutama ketika berpikir dengan siapa berbicara.

kyai bagi sebagian orang adalah manusia setengah dewa,di puja sedemikian harum,di tinggikan derajatnya,namun bagi sebagian yang lain adalah orang orang aneh..entah.saya bukan kyai,bukan anak kyai,bahkan kenal secara langsung dengan seorang kyai pun tidak,namun saya merasa ada yang salah dengan penempatan para kyai tersebut.

sudah jelas bahwa merokok itu mubah,apalagi di lakukan dalam masjid.tapi banyak kyai kyai besar kita yang menjalankannya

banyak juga kyai yang mengklaim memiliki jutaan jin sebagai pengikutnya..apakah pernah ada ajaran dari rasulullah untuk menjadikan jin sebagai pengikut?

banyak pula fatwa yang sektarian,misalnya menolak atau menerima calon presiden wanita, tergantung kedekatan sang capres dengan partai yang di dukung pak kyai..

rasa rasanya ya baru kali ini denger ada fatwa kepartaian.

ada kyai yang kebal senjata,kebal peluru, dan kebal macem macem,kenapa pula negara ini harus terjajah ratusan tahun kalau orang orang kita sakti mandraguna..dan kenapa sampai sekarang negara ini masih menjadi negara miskin dan terbelakang,meskipun kaya dengan berbagai sumber daya.dimana para kyai sakti dan hebat itu berperanan,sedangkan menyelesaikan urusan kepartaian mereka sendiri pun tak mampu.

sangat sulit mencari kyai yang bisa di jadikan panutan,menyedihkan.

lalu kalau para pemimpinnya saja sudah susah di anut.mau menganut pada siapa lagi para awam seperti saya ini.

"Menuntutlah, maka kau akan kecewa. Memberilah maka kau akan mendapat segalanya.
Hidup tak pernah memberimu pilihan. Hidup hanya memberimu satu jalan. Maka: cari dan temukan!"

3 tahun

tepat 3 tahun lalu.. aku datang kembali ke kota ini..setelah selama 1 tahun mengembara.. menjadi pujakesuma ( putra jawa keliaran sumatera ).. hari hari yang berat.. dan melelahkan.. meninggalkan berbagai ketakutan yang mendera sampai detik ini.

namun juga hari hari yang manis dan menyenangkan..menyaksikan dan merasakan secara langsung berbagai pusat kebudayaan melayu yang sejak kecil aku kagumi.. menjadi bagian dari kota yang asing adat dan bahasanya.. beradaptasi dengan berbagai hal..semua demi cinta.. cinta yang membawa pengkhianatan .. tanpa permohonan maaf.. tanpa penyesalan..sudahlah.. itu masa lalu.

dan akhirnya ke kota ini pulalah aku kembali.. bukan ke kesejukan magelang.. atau lautan ilmu yogyakarta..di solo inilah.. kota preman.. kota panas..kaki kulangkahkan.. hanya butuh waktu 3 hari sejak kepulangan.. aku sudah kembali tegak berjalan.

kepala di tegakkan..tangan di kepalkan.. semangat di nyalakan.. hati yang panas oleh dendam dan kebencian di dinginkan..hidup harus terus berjalan teman..apapun yang terjadi di tanah yang jauh itu.. biarpun sedikit ada manfaatnya.. berbagai tempaan keras harus di jadikan hikmah..bertemu dengan banyak orang yang telah berhasil dalam hidup.. tanpa memandang keahlian dan jenjang pendidikannya.. sebagian besar dari mereka mengandalkan keuletan dan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri. dan itulah yang harus di pelajari.

berbekal itu.. semangat untuk berwirausaha pun kembali bergelora..hari ini telah genap 3 tahun aku kembali ke kota ini..banyak hal yang dulu aku punya telah kembali.. bahkan berlipat.. pengalaman.. relasi.. kepemilikan.. aku punya.. kecuali status sebagai mahasiswa tentunya.. status yang sudah tidak lagi aku rindukan..aku adalah pendidik.. dan pembelajar.. dalam model yang berbeda..akan aku ajarkan apa yang aku tahu.. dan akan aku pelajari apa yang aku belum tahu.. langsung dari pengalaman.

dan satu hari nanti.. akan aku datangi lagi engkau.. kota melayu.. aku akan datang dengan keberhasilanku.