telepon tengah malam..
tengah malam.. telepon berbunyi..
"assalamu alaikum..maaf mau nanya
kamu tadi siang ngirim bunga untuk aku ? "
bunga apa ya.. bingung..
ternyata bunga wisuda
bukan aku.. begitu suara hatiku berkata.. bukan.. bukan aku yang mengirimnya.. salah orang.. salah paham.mereka mengirimkan atas nama mereka sendiri.. namun bagimu.. tanpa alamat dan tanpa nama.. selalu berarti aku.. itu bukan salahmu.. karena pun sudah menjadi kebiasaanku dulu untuk lakukan itu.
tapi keberanian untuk mengungkapkan kata TIDAK .. tak muncul ke permukaan.. yang terjadi hanyalah diam..menunjukkan persetujuan..
"lain kali kalau kirim bunga berilah nama.. dan bunganya pun sudah layu.. "kenapa pula terdengar seperti nada sedih di seberang sana..
itu bukan bungaku rien.. namun dengan bunga itu.. setidaknya menunjukkan.. bahwa ternyata ada juga bunga di hatimu..bunga yang di sembunyikan jauh di dalam balutan kesopanan..sudahlah.. letakkanlah.. itu adalah bagian dari masa lalu yang indah untuk di kenang.. bukan untuk terus di angkat sebagai beban yang berat..
selamat atas wisudanya.. selamat menjadi sarjana.. sesuai tujuan semula ..,ini adalah awal baru dari hari hari yang lebih berat.aku akan menjadi bagian dari orang orang yang berbangga karena keberhasilanmu
dan semoga akan segera datang orang lain yang akan menjadi bunga hidupmu yang sesungguhnya..
amien.. Barokah Allah bersamamu