hujan kesorean..
hujan kepagian.. begitu pernah nugroho notosusanto membuat tulisan..
sekarang yang ada adalah mendung kesorean.. mungkin juga akan menetes menjadi hujan..yang akan membawa kesejukan.. membuang berbagai debu dan kotoran..
titik air yang turun.. dengan suara tetes yang khas.. membawa buram dari kaca jendela.. menyegarkan.. namun juga mengingatkan akan berbagai hal yang telah lalu..bagaikan kepingan kepingan fragma..ketenangan ketika berkumpul dengan keluarga.. masa masa pahit dan sendiri..atau masa masa penuh semangat ketika menjadi aktivis mahasiswa.. tanpa takut maju berhadapan dengan aparat yang penuh dengan amunisi dan senjata..
atau masa masa ketika mempercayakan cinta kepada seseorang.. yang berakhir dengan pengkhianatan.tragis dan memilukan..
hujan dimana mana sama.. di solo.. di medan.. di jogja.. air pula yang jadi tetesannya.. namun peristiwa peristiwa yang datang bersamanya tidaklah sama..kenapa pula jadi melankolis seperti ini..biarlah.. yang sudah lalu biarlah pergi..yang harus di hadapi adalah hari ini.. dan hari hari yang akan datang..
tapi tak salah juga kan bermain dengan kenangan.. yang indah di jadikan bahan untuk simpul senyuman.. yang pahit di jadikan pelajaran.tak mengapa.. asal jangan larut dan terlena saja..