hati hati..
ada orang bijak,yang mengajar anaknya dengan paku dan dinding untuk melatih kesabaran dan berhati hati dalam mengambil tindakan..untung hanya dinding yang di lubangi.. bukan hati.
jadi proses menambalnya pun mudah.. di cat dengan warna yang sama.. atau dengan hiasan yang menarik.. bisa jadi dinding lebih indah dari sebelum adanya lubang.
pelajaran yang sangat bijaksana..
hal yang sama juga berlaku.. ketika kita di percaya untuk mempergunakan barang orang lain.semisal motor atau mobil..kehati hatian adalah hal yang uatama.. agar jangan sampai ada goresan atau luka pada kendaraan yang kita bawa.
bukan hal yang sulit untuk mendempul,memperbaiki .. atau memolesnya untuk kembali tampil sempurna.. bahkan bisa jadi jauh lebih bagus dari kondisi semula.
Namun itu semua tidak akan bisa menyembuhkan rasa gelo pemiliknya..akan selalu muncul dalam bayangan bahwa kendaraan itu pernah mengalami cacat dan cidera.. meskipun sudah tak nampak bekasnya sedikitpun..
meskipun sang pemilik tidak akan pernah meminta ganti yang berlebih akan hal itu..bahkan mungkin tak akan meminta ganti apapun.
atau sang pemilik pun tak akan mempermasalahkan hal itu selamanya.
lebih baik berhati hati ..
hati hati.. toto titi tentrem raharjo..