berurusan dengan kepolisian.. melelahkan
punya urusan dengan kepolisian.. baik sebagai korban.. saksi ataupun pelaku.. sama sama melelahkan..menjadi terperiksa selama berjam jam.. susah pergi jauh jauh karena bisa setiap saat di mintai keterangan.. atau bertemu dengan pihak pihak yang ingin lobby.. agar perkara tidak berkepanjangan..cape..
kalau fisik dan psikis tidak kuat.. bisa drop. dan sakit..lebih berat daripada merawat orang sakit di RS..
berbagai perasaan campur aduk datang.. rasa kesal.. jengkel.. ingin tahu..bercampur kasihan silih berganti muncul.. kesal karena mendapatkan hibah pekerjaan yang tidak menyenangkan.. jengkel karena menjadi korban kejahatan.. ingin tahu kenapa dan bagaimana peristiwa kejahatan itu bisa terjadi.. dan berusaha membuktikan bahwa asumsi yang di ajukan merupakan analisa dari fakta..kasihan,.karena ternyata sanksi yang di jatuhkan jauh lebih berat dari kesalahan yang di lakukan..bahkan sampai mengancam kelangsungan kemapanan masa depan.. semua tidak terbayang akan sampai ke situ..tapi itulah proses hukum yang harus di hormati..
tidak mau di hukum.. ya jangan mencuri..
polisinya baik baik dan ramah ramah.. tapi tetap aja melelahkan berada dalam lingkungan yang sudah lekat dengan bahasa kekerasan dan tekanan..tidak semua polisi buruk.. kejam.. tidak semua urusan dengan polisi sulit.. kenal dengan mereka pun baik.. tapi seperti kata arswendo.. sebaik baiknya polisi.. mendingan ngga usah ada urusan dengan mereka.. titik.
ya rabb,luruskan jalanku…bimbinglah keteguhan hatiku..