berhenti..
adakalanya.. letih dan lelah begitu menghimpit semua rasa..
entah juga karena apa.. kesendirian dan kesepian di tengah hiruknya keramaian..
serasa ada batas dan bingkai yang tebal menjadi penghalang..
mungkin senyuman dan pejam mata yang bisa menjadi jawaban atas dahaga akan kedamaian itu..
apa sebenarnya yang kurang.. tak ada..
mungkin seperti mesin yang butuh pendinginan.. manusia juga memerlukan istiraharahat.. rehat ruhani..
berhenti..bahkan untuk sekedar memikirkan kata berhenti..
manusia jawa memiliki berbagai laku dan langkah untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam pencarian spiritualnya..
dan proses berhenti.. adalah salah satunya
bermeditasi.. mengamati.. tanpa mencampuri..pasrah menerima..memejamkan mata.. atau berhenti selama beberapa waktu.. menunggui dan mengamati air yang berjalan.. sampai pada puncak ketenangan sejati.. ketika sang air pun mengikuti kehendak Rabbnya.. berhenti.. sang air pun berhenti ..terdiam.menyusun energi baru..
dan keseimbangan baru
Banyu turu.. begitulah orang jawa menyebutkan.. sebuah kondisi dimana air benar benar terdiam.. seperti bayi yang tertidur pulas.. sebuah kondisi yang hanya bisa di saksikan oleh orang orang yang mampu menguasai dirinya dengan baik.. mampu berhenti dari kebingungan.. tekanan.. dan berbagai nafsu kotoran..
tangkupkan tangan.. pejamkan mata.. dan rasakan kedamaian tuhanmu mengasihimu.. maka kesendirian.. bingkai.. batas dan semua ketakutan akan lenyap..
berganti dengan cinta dan keteduhan..
dan munculnya jiwa jiwa baru.. yang jauh lebih kuat dari sebelumnya