anakmu bukan milikmu..
ada sedikit keharuan menyeruak.. ketika tadi pagi nganterin raul sekolah..melihat si manusia mungil itu masuk ke kelompok teman temannya.. di temani guru guru yang (semoga ) mencintai mereka.. tak beda dengan cinta kami di lingkungan pertamanya.dengan cinta yang tulus.. bukan kewajiban semata.
rasa tidak tega membiarkan si bocah berada di tempat yang berbeda.. tanpa mampu mengawasi dan membantu ketika dia ada dalam masalahnya..namun rasa itu segera berganti bahagia ketika si bocah lucu bernyanyi dan berdoa bersama kelompoknya..memang mereka.. guru dan lembaganya adalah pihak yang lebih terlatih untuk mendidik.. belajar baik dari pendidikan maupun pengalaman untuk melakukan hal itu secara lebih baik.mungkin perasaan yang sama jugalah yang di rasakan para orang tua yang menangis di hari pernikahan anaknya.. rasa sedih karena di tinggalkan dan kehilangan kendali atas sang anak..serta rasa bahagia melihat sang anak sudah menjadi manusia yang berhasil menemukan salah satu puncak kehidupannya.
sebuah pelajaran yang baik.. sebelum menjadi orang tua beneran
anakmu bukan milikmu.. dia adalah milik jamannya.. begitu orang bijak berbicara..
arjuna adi brata