Archive for August, 2005


memahami sakit dan penyakit..

rasulullah pernah sampaikan..ingatlah 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara

ingatlah kayamu sebelum datang miskinmu

ingatlah gembiramu sebelum datang sedihmu

ingatlah mudamu sebelum datang tuamu

ingatlah sehatmu sebelum datang sakitmu

ingatlah hidupmu sebelum datang matimu

sakit dan penyakit adalah sebagian dari romantika hidup.. ketika orang sudah mendapatkan penyakit dan merasakan sakit dalam tubuhnya.. barulah rasa kepemilikan akan kesehatan (yang terkadang di abaikan ) di rasakan..

banyak orang takut dengan penyakit dan sakit.. sehingga berbagai cara di lakukan.. tak ayal pula.. justru ketakutan itulah yang akan mendatangkan penyakit penyakit baru yang tidak terduga datangnya.

ketika orang sakit.. banyak hal di lakukan..pengobatan..operasi.. penyembuhan,.. berbagai hal mulai dari yang di anggap medis sampai perdukunan di jalankan.. untuk mengejar kesembuhan.. dan pulihnya tubuh menjadi sehat kembali seperti sedia kala.

seandainya saja penyakit dan sakit dipahami sebagai sebuah hukum alam.. sarana bagi tubuh untuk menemukan keseimbangan yang baru.. dan sebuah terapi ruhani.. agar kedekatan dengan illahi terjaga.. pasti tidak banyak orang yang panik dengan penyakitnya.. malah justru merasa bersyukur.. di ingatkan Tuhannya.. dan akan menjadikan dirinya merasa semakin kaya secara spiritual.

dan dengan kekayaan spiritualnya itu.. imunitas dalam tubuh berkembang.. dan semua penyakit mampu di kalahkan..

karena sehat itu budaya.. kekuatan pikiran..dan kebiasaan :)

anakmu bukan milikmu..

ada sedikit keharuan menyeruak.. ketika tadi pagi nganterin raul sekolah..melihat si manusia mungil itu masuk ke kelompok teman temannya.. di temani guru guru yang (semoga ) mencintai mereka.. tak beda dengan cinta kami di lingkungan pertamanya.dengan cinta yang tulus.. bukan kewajiban semata.

rasa tidak tega membiarkan si bocah berada di tempat yang berbeda.. tanpa mampu mengawasi dan membantu ketika dia ada dalam masalahnya..namun rasa itu segera berganti bahagia ketika si bocah lucu bernyanyi dan berdoa bersama kelompoknya..memang mereka.. guru dan lembaganya adalah pihak yang lebih terlatih untuk mendidik.. belajar baik dari pendidikan maupun pengalaman untuk melakukan hal itu secara lebih baik.mungkin perasaan yang sama jugalah yang di rasakan para orang tua yang menangis di hari pernikahan anaknya.. rasa sedih karena di tinggalkan dan kehilangan kendali atas sang anak..serta rasa bahagia melihat sang anak sudah menjadi manusia yang berhasil menemukan salah satu puncak kehidupannya.

sebuah pelajaran yang baik.. sebelum menjadi orang tua beneran :)

anakmu bukan milikmu.. dia adalah milik jamannya.. begitu orang bijak berbicara..

arjuna adi brata